Surat dari Guru dan Siswa yang dibacakan oleh Menteri Nadiem Makarim

4 min read

Surat-dari-Guru-dan-Siswa-

Seorang guru berjanji untuk mendidik, mengajar,  membimbing dan melaksanakan tanggung jawab dengan mengutamakan anak didiknya.  Sumpah itu terpatri dalam hati,  maka tak ada yang dapat membatasi untuk mengemban amanah dan bhakti, tidak terkecuali pandemi corona 19.  Ramadhan kali ini memang terasa istimewa tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa kebersamaan kini punya bentuk yang berbeda bahwa dengan berjarak artinya kita saling menjaga. Namun banyak cara yang bisa kita lakukan untuk tetap menguatkan tanpa bersentuhan, saling bergotong-royong walau berjauhan, saling bertoleransi karena kita tidak pernah benar-benar sendirian karena semua itu  adalah bentuk kasih dan sayang. 6689 Surat dari  seluruh Indonesia telah datang ke Pak menteri. 2 surat dari guru dan 2 surat dari murid yang dibacakan langsung oleh Bapak Menteri Pendidikan yakni Pak Nadiem Anwar Makarim. Yakni :

1. Surat dari bu guru Santi Kusuma Dewi

6689 Surat dari seluruh Indonesia telah datang ke Pak menteri. 2 surat dari guru dan 2 surat dari murid yang dibacakan langsung oleh Bapak Menteri Pendidikan yakni Pak Nadiem Anwar Makarim

Bu guru Santi dari Kabupaten Nganjuk yang mengajak para murid untuk menggalang dana dengan memanfaatkan media sosial . Berikut surat ibu Santi Kusuma Dewi, guru SMP Islam Baitul Izzah Kabupaten Nganjuk, yang dibacakan oleh Menteri Nadiem Makarim berbunyi :
“Salam hormat Mas menteri, menjadi pahlawan di antara para pahlawan tim medis pejuang covid 19 tidaklah mudah. Sebagai guru yang dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa kita dibenturkan dengan kenyataan yang sulit. Ramadan kali ini membuat manusia menjadi manusia seutuhnya, harus lebih sabar dan mengerti keadaan. Meyakinkan siswa siswa didik kita bahwa kita mampu membalikkan keadaan. Saya masih ingat  jelas bahwa kita adalah agen of change, jadi selama Ramadhan ini saya mengajak siswa siswa menggalang dana dengan memanfaatkan kekuatan media sosial. Kami membuat akun Instagram dengan nama celengan rindu kita. Menggerakkan kebaikan di hati setiap orang untuk membantu melalui donasi dengan kekuatan media sosial. Mengajari mereka tentang arti berbagi dan peduli. Kegiatan ini tetap berjalan di tengah pandemi dimana para siswa saya tetap belajar secara daring dan dalam pekan ini sudah mulai melaksanakan penilaian akhir tahun. Terima kasih Mas menteri, lewat bantuan anda semua orang tua sekarang mau jadi guru. Terima kasih juga sudah dengan baik mendorong kami untuk mau melek teknologi. Bahagia sekali melihat teman sejawat mulai belajar sedikit demi sedikit tentang beberapa platform pembelajaran, padahal biasanya mereka hanya berpegang pada buku pegangan guru saja. Saya dulu dianggap aneh di sekolah karena mengajarkan siswa siswa bermain coding, Padahal saya guru bahasa Inggris atau mengajak mereka keliling dunia dengan google. Beban yang kita pikul pasti berat pesan saya untuk Menteri, Jangan Lelah membawa perubahan untuk wajah pendidikan kita,  anda tidak sendiri kami guru siap membantu mewujudkan perubahan itu, Terima kasih”.

2. Surat dari Ibu Maria Yosephina Morukh

6689 Surat dari seluruh Indonesia telah datang ke Pak menteri. 2 surat dari guru dan 2 surat dari murid yang dibacakan langsung oleh Bapak Menteri Pendidikan yakni Pak Nadiem Anwar Makarim

Seorang guru honorer dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur dari SDK KMB. Yang suratnya dibacakan oleh Menteri Nadiem Makarim berbunyi :
“ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera,  Halo Bapak menteri pendidikan yang saya banggakan. Semoga dengan surat ini saya menemui Bapak bersama keluarga di Jakarta berada dalam keadaan yang sehat selalu.  perkenalkan saya adalah seorang guru honor yang mengajar pada 1 Sekolah Dasar di daerah pedalaman yang jauh dari perkotaan di mana fasilitas jaringan internetnya hilang muncul bahkan siaran TVRI juga tidak dapat, itupun bagi keluarga yang mempunyai televisi. Tapi itupun hanya beberapa orang karena sebagian besar masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai tempat sebagai petani. semenjak adanya wabah pandemi covid 19, saya kesulitan dalam memberi tugas pembelajaran online kepada anak murid saya, karena mereka tidak memiliki handphone. jangankan Android, Nokia senterpun saja tak punya tapi saya tidak putus asa. Saya berusaha dengan semangat untuk membuat Jadwal kunjungan anak-anak dari rumah ke rumah, misalnya hari pertama saya kunjungi minimal 5 rumah berarti 5 anak yang diberi tugas. Nanti dihari ke-2, 5 rumah lagi sampai semua kebahagiaan tugas. mereka nampaknya semangat sekali bahkan ada yang bertanya ibu Kapan kita masuk sekolah?  Saya terharu sekali mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh anak-anak saya dan saya pun hanya tersenyum dan menjawab : kita banyak berdoa semoga virus ini hilang dan kita bisa sekolah kembali.  nampak dari wajah mereka sepertinya sudah rindu sekali untuk sekolah tapi walaupun hanya dengan berkunjung mereka tetap semangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh saya.  bapak Nadiem yang saya hormati,  walaupun hanya lewat surat,  Saya merasa senang sekali bisa diberikan kesempatan kepada kami guru. Guru dan siswa, khususnya yang ada di pedalaman untuk ambil bagian. Semoga di bulan Ramadhan ini, Allah senantiasa selalu menjaga kita semua dari wabah ini. Sehingga disaat ini ketika masuk sekolah kembali, kita tetap sehat dan umur panjang. Dengan cara berkunjung ke rumah, saya selalu mengingatkan anak-anak agar  setiap hari selalu menjaga kebersihan terutama mencuci tangan dan menggunakan masker apabila mau bepergian ke luar rmah. Akhir kata Saya ucapkan selamat Idul Fitri buat Mas menteri Nadiem Makarim sekeluarga, Allah selalu menyertai dalam tugas dan pelayanannya kepada anak-anak bangsa menjadi semakin maju”.

3. Surat dari Siswa bernama Rivaldi R.Y

6689 Surat dari seluruh Indonesia telah datang ke Pak menteri. 2 surat dari guru dan 2 surat dari murid yang dibacakan langsung oleh Bapak Menteri Pendidikan yakni Pak Nadiem Anwar Makarim

Walau harus dititipkan di keluarga baru untuk mendapatkan akses pendidikan lebih baik, Rivaldi  dari SD  16 Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Berau yang masih duduk di kelas IV, tetap semangat mengerjakan semua tugas sekolah. dan inilah surat dari Rivaldi yang akan dibacakan oleh menteri nadiem Makarim berbunyi :
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,  saat menulis surat ini kami sekeluarga dalam keadaan sehat walafiat.  harapan saya bapak sekeluarga juga demikian,  Amin. Nama saya Rivaldi  R.Y , kelas 4 SD,  sekolah di SD 16 Tanjung Redeb Kabupaten Berau Kalimantan Timur.  Bapak menteri pengalaman belajar bulan Ramadan di masa cocid 19  tahun ini, saya dititipkan mama dengan seorang guru yang sudah lama dia kenal. Ahamdulillah selama dia di sini, semua tugas yang diberikan guru bisa terselesaikan dengan baik karena di bimbing dengan kakak-kakak di rumah saya,  Kakak  Abi dan Tiara. Saya tidak punya HP jadi kalau buat video belajar mereka berdua yang mereka, lalu saya melafalkan pelajaran misalnya bacaan salat dan kosakata bahasa Inggris beserta artinya.  Ada yang lucu yang membuat mereka tertawa ketika saya melafalkan kata “book” yang seharusnya dibaca dengan “buk” menjadi “Bo oh”, Namun ternyata belajarnya menyenangkan juga. saya menemukan suasana yang berbeda selain di rumah. kalau di rumah kakak kakak tertua dengan dua adik.  di sini Saya anak terakhir dengan dua Kakak. Kesan saya selama bulan Ramadan tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.  berbuka dan sahur tidak lagi bersama Bapak, Mama dan dua adik saya.  Bapak pekerjaannya tidak menentu,  Mama buruh setrika baju. . selama Lockdown mereka sudah tidak bekerja sepenuh nya. itulah Salah satu alasan mereka menitipkan saya.  di rumah ini, saya dan kakak Abi punya kerja sampingan beternak ikan lele dalam drum. sebelum bulan Ramadan kami sudah panen dan menjual. kami juga berkebun singkong di belakang rumah dan merawat tanaman lain seperti jeruk, belimbing, gondong dan lain-lain. harapan akan perayaan Idul Fitri tahun ini, covid 19 sudah berakhir. saya bisa berkumpul bersama keluarga tetangga dan teman-teman. uang THR yang dijanjikan ibu guru tempat saya tinggal, akan saya berikan ke mama. mama pernah makan nasi campur kopi juga gula merah. Demikian surat saya mohon maaf jika ada kata yang salah, wassalam hormat saya Rivaldi R.Y”.

4. Surat dari Siswa bernama Alfiatus Sholehah

6689 Surat dari seluruh Indonesia telah datang ke Pak menteri. 2 surat dari guru dan 2 surat dari murid yang dibacakan langsung oleh Bapak Menteri Pendidikan yakni Pak Nadiem Anwar Makarim

Alfian dari Pamekasan, Jawa Timur bahwa tetap semangat belajar di sekolah. dan inilah surat dari Alfian yang akan dibacakan oleh menteri nadiem Makarim berbunyi :
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak menteri yang saya hormati Sebelumnya saya minta maaf dan berterima kasih karena saya bisa menulis surat kepada bapak menteri melalui lomba ini. Nama saya Alfiatus Sholehah, aku oleh siswa kelas 5, SD Negeri pademawu Barat 1, Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. sejak adanya karena saya tidak bisa masuk sekolah lain tapi itu bisa mengurangi beban Ibu saya karena bisa membantu pekerjaan Ibu saya. bapak menteri, saya dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu.  orang tua saya hanya buruh tani. Dengan adanya Corona saya jadi bingung karena belajarnya pakai HP Android sedangkan saya tidak punya. saya juga merasa kasihan karena Ibu saya harus cari hutangan untuk membeli paket internetnya agar saya bisa belajar di rumah. tapi saya ingin segera masuk sekolah, ingin ketemu guru dan teman-teman saya. Apalagi sekarang bulan Ramadan biasanya di sekolah diadakan kegiatan Pondok Ramadhan Tapi karena corona, semua itu tidak ada lagi. kalau bapak menteri masih mau meliburankan sekolah, saya ingin bantuan uang atau paket internet untuk belajar mandiri di rumah. walaupun saya cuman anak buruh tani tapi saya tetap semangat belajar dan lulus dari sekolah ini dengan baik. Demikian surat saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang sopan menurut Bapak menteri. atas perhatian Bapak menteri, saya mengucapkan terima kasih. selamat Idul Fitri, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,  hormat saya, Alfiatus Sholehah”.

Silahkan baca juga :
Guru penerima Dana BOS dan APBD provinsi SUL-SEL Tahun 2020

5 Replies to “Surat dari Guru dan Siswa yang dibacakan oleh Menteri…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *