Pentingnya Kebutuhan Pendidikan Anak

2 min read

Pentingnya Kebutuhan Pendidikan Anak

Education-Kebutuhan pendidikan anak, yang admin bahas merupakan kelanjutan dari artikel sebelumya yakni berkaitan dengan kebutuhan mendasar yang wajib didapatkan oleh seorang anak. Sebelumnya admin pernah membahas tentang pentingnya kebutuhan fisik terhadap anak. Namun kali ini, admin akan mencoba membahas mengenai seberapa pentingnya kebutuhan pendidikan anak dalam pembentukan karakter kepribadiannya. Dengan memahami isi artikel ini, diharapkan orang tua dapat lebih memahami hakikat mendidik anak.

Kebutuhan Pendidikan anak

Kebutuhan pendidikan anak merupakan bagian dari Kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi. Hal ini bukan berarti orang tua merasa cukup hanya dengan memasukkan anak ke sekolah formal. meskipun di sana anak dapat mencari ilmu pengetahuan, namun anak juga membutuhkan yang jauh lebih luas dari itu. Anak akan bertumbuhkembang dengan baik apabila ia memperoleh pendidikan yang komprehensif atau lengkap. Suatu saat nanti anak diharapkan menjadi tumbuh menjadi sehat; sehat fisiknya, juga mental, emosional, intelektual, sosial dan spiritual. Kebutuhan Pendidikan anak harus dipenuhi sedini mungkin di rumah. Peran dan tanggung jawab itu ada di pundak orang tua.

Proses pemenuhan Kebutuhan pendidikan anak yang paling mendasar dilakukan oleh orang tua. orang tua sebagai pendidik utama dalam sebuah keluarga. Bukan masalah intelektual saja, tetapi kebutuhan pendidikan anak untuk pembentukan karakter yang berkepribadian luhur. Termasuk di dalamnya pendidikan agama, moral, psikis dan social. Pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, juga dapat dilakukan secara sederhana dalam keseharian. Orang tua boleh melatih anak memberi salam, mendongeng kisah bijaksana, mengajak beribadah, melatih anak bertanya, menegur, dan memperbaiki kesalahan. Ungkapkan juga perasaan cinta melalui berbagai cara, misalnya menyambut kedatangan anak dengan senang hati, memanggil dengan panggilan kesayangan, memeluk, menggendong, memberi hadiah, dan lain sebagainya. Jika orang tua telah memberi panutan dan suri teladan yang baik, maka anak pun akan menjalankan pekerjaannya dengan baik pula. Misalnya memanggil orang tua secara sopan, hormat dan rendah hati, berusaha menyenangkan orang tua, dan lainnya. Seorang anak  hanya akan mengikuti dan meniru orang tuanya. Lingkungan sosial, teman, media, kultur asing tak akan pernah dijadikan panutan oleh anak karena anak sudah punya panutannya sendiri, yaitu orang tua sebagai pemberi kebutuhan pendidikan secara mendasar.

Kebutuhan Emosi

Selain kebutuhan pendidikan anak, ada juga kebutuhan dasar anak yang perlu mendapat perhatian yakni kebutuhan emosi. Kebutuhan emosi atau disebut juga kebutuhan asih. Sama halnya dengan kebutuhan pendidikan anak, Kebutuhan emosi dibutuhkan seorang anak sejak ia dalam kandungan. Ia memerlukan ikatan yang erat dan serasi dengan ibunya untuk menjamin tumbuh kembang fisik, mental dan psiko sosial anak. Tentunya  dengan cara kasih sayang, merasa dilindungi, harga diri, diperhatikan minat, keinginan dan pendapatnya, mandiri, diberi contoh (bukan secara paksa), sukses, dorongan atau motivasi, bantuan, penghargaan, mendapat kesempatan dan pengalaman, dididik dengan penuh kegembiraan, rasa memiliki, dididik dengan penuh kegembiraan, melakukan koreksi dengan kasih sayang bukan ancaman atau hukuman, dan lain sebagainya. Berwujud ikatan yang erat, mesra, selaras antara anak dan keluarganya terutama ibu, maka akan menumbuhkan rasa aman serta percaya diri yang merupakan bekal dalam pembentukan kepribadian si anak. Hubungan orang tua terutama ibu dan anak sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kasih sayang orang tua yang rukun, bahagia dan sejahtera yang memberikan bimbingan, perlindungan, dan rasa aman kepada anak sangat diperlukan oleh anak karena menjadikannya tumbuh dan berkembang secara optimal. Rasa aman anak akan timbul bila kepentingannya merasa diperhatikan serta terjalinnya hubungan erat dengan orang tuanya. Setiap anak ingin diperhatikan, ingin didengar, dan mempunyai tempat dalam keluarganya. Setiap anak ingin melakukan apa yang diharapkan orang tuanya, anak selalu ingin mencapai sukses untuk menyenangkan orang tuanya. Jangan memaksa anak untuk mencapai apa yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Karena apabila gagal, dia akan kecewa, merasa rendah diri, kurang berani, sehingga kemungkinan akan menyendiri.

Kebutuhan pendidikan anak dalam hal mengajarkan kemandirian tentunya seorang anak harus dilatih dan dibantu untuk mandiri sesuai perkembangan umurnya. Untuk itu, perlu waktu dan pemahaman orang tua. Seorang anak memerlukan dorongan dari orang tua dan sekelilingnya, yaitu berupa pemberian semangat. Pemberian semangat ini bertujuan agar anak merasa mendapatkan dukungan atau motivasi untuk mengatasi atau menyelesaikan sesuatu dengan baik, sehingga dia dapat menghadapi situasi tertentu. Anak juga harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya untuk mendapatkan pengalaman. Berikan juga kepada anak tentang bagaimana rasa memiliki. Semua benda miliknya yang dia banggakan harus dihargai, meskipun bagi orang lain mungkin tidak berharga. Penghargaan orang tua pada benda miliknya sangat diperlukannya. Ikatan hubungan orang tua terutama ibu dan anak sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kasih sayang orang tua yang rukun, bahagia dan sejahtera akan menjadi bimbingan sekaligus perlindungan bagi anak, tetapi tidak boleh berlebihan agar anak tidak manja. Kalau semua hal di atas dijalankan secara bijaksana maka pemenuhan akan kebutuhan pendidikan anak serta pemenuhan kebutuhan asih anak akan tercipta, yang tentunya menjadi dasar pembetukan karakter yang baik bagi seorang anak.

Demikian artikel tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan pendidikan anak dalam rangka pembentukan karakter anak. Semoga bermanfaat, terima kasih.

One Reply to “Pentingnya Kebutuhan Pendidikan Anak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *