Apa Itu Kebutuhan Stimulasi Anak ?

3 min read

apa itu Kebutuhan Stimulasi Anak

Kebutuhan stimulasi anak biasa juga disebut dengan kebutuhan asah. Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai pentingnya kebutuhan pendidikan dan kebutuhan fisik bagi anak. Kali ini admin akan membahas pentingnya kebutuhan stimulasi anak yang merupakan bagian dari hakikat mendidik anak.

Stimulasi anak merupakan awal dari proses pembelajaran pada anak. Stimulasi adalah perangsang dari lingkungan anak. Stimulasi bagi anak sangatlah penting untuk mempersiapkan anak menghadapi lingkungan yang lebih luas, selain keluarga. Karena dengan stimulasi bagi anak maka orang tua bisa merangsang anak untuk memperkenalkan suatu pengetahuan atau keterampilan baru.

Manfaat Pemenuhan Kebutuhan Stimulasi Anak

Sebagaimana telah dibahas di atas bahwa stimulasi anak sangatlah penting. Oleh karena itu sebagai orang tua yang memiliki anak, harus benar – benar memperhatikan akan kebutuhan tersebut bagi anak. Adapaun manfaat kebutuhan stimulasi anak yakni sebagai berikut : dapat merangsang sel otak dan mengembangkan mental-psikososial anak.

Stimulasi dini anak

Stimulasi  orang tua akan bisa mengembangkan dan meningkatkan kemampuan sensorik (dengar, raba, lihat, rasa, cium), motorik (gerak kasar dan halus), emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas (moral, kepemimpinan) dan spiritual anak sejak dini. Kenapa kebutuhan stimulasi dikatakan sangat penting ? karena kebutuhan Stimulasi anak juga dapat merangsang sel otak. Perlu diketahui bahwa Stimulasi pada anak dapat dimulai sejak calon bayi berwujud janin. Janin bukan makhluk yang pasif. Di dalam kandungan, janin melakukan banyak aktivitas seperti bernapas, menendang, menggeliat, bergerak, menelan, mengisap jempol, dan lain sebagainya. Kenapa stimulai dini juga sangat diperlukan?. stimulasi dini, yaitu ketika bayi berusia 6 (enam) bulan dalam kandungan, miliaran sel otak dibentuk, tetapi belum ada hubungan antar sel otak. Sel-sel otak itu akan berhubungan jika anak mendapat rangsangan sehingga membentuk hubungan baru atau sinaps. Semakin dirangsang, maka semakin kuat hubungan antara sel-sel otak itu. Semakin bervariasi rangsangan yang diberikan, maka hubungan antar sel itu itu akan menjadi semakin luas. Hal itu untuk merangsang otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengembangkan multiple intelligencies dan kecerdasan yang lebih luas dan tinggi.

Stimulasi Mental Anak

kebutuhan stimulasi anak

Stimulasi mental seperti itu akan mengembangkan mental-psikososial anak, seperti kecerdasan, moral atau budi luhur, spiritual (agama), etika kepribadian, keterampilan berbahasa, kemandirian, kepemimpinan, kreativitas, produktivitas, kemampuan sensorik, motorik, bicara, kognitif, dan seterusnya. Fakta membuktikan bahwa anak yang mendapat stimulasi baik dan terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi sama sekali. Lakukanlah proses stimulasi sejak janin berusia 23 minggu dalam kandungan. Dalam masa kehamilan itu ada banyak cara untuk melakukan stimulasi, misalnya dengan bicara pada janin, bercerita atau bernyanyi. Respons suara dan vibrasi bisa dimulai pada usia 26 minggu masa kehamilan dan meningkat sampai akhirnya menetap pada usia 32 minggu. Pada masa ini bisa diperdengarkan suara, seperti lagu-lagu Mozart dan lain sebagainya. Kegiatan bercerita pada janin pun merupakan sebuah stimulasi yang efektif. Sebuah penelitian yang meneliti respons janin berusia 26 minggu yang diperdengarkan sebuah cerita secara terus-menerus oleh ibunya, maka pada usia 3 hari semenjak kelahirannya bayi tersebut akan lebih aktif mengisap puting ibunya saat didengarkan cerita yang sama ketika ia masih dalam kandungan. Respons yang diberikan akan berbeda jika si bayi didengar kan cerita yang jarang diceritakan saat dalam kandungan nya dulu. Bahkan respons terhadap suara ibunya menjadi lebih aktif dibandingkan ia mendengar suarasuara lainnya. Gerakan perabaan seperti mengelus-elus perut semasa hamil, ternyata bisa membuat janin merasa tenang. Misalnya ketika janin banyak bergerak, maka ibunya akan melakukan usapan lembut pada perutnya. Sebaiknya jangan melakukan stimulasi terus-menerus karena janin juga memerlukan waktu untuk istirahat. Dengan demikian kebutuhan Stimulasi anak wajib diberikan sedini mungkin bagi perkembangan anak. Bahkan sejak bayi pun, tepatnya usia 2 bulan, bayi sudah dapat me niru dan terkadang orang tua tidak menyadarinya. Akhir nya momen ini pun luput dari perhatian. Lebih tepatnya stimulasi bisa dimulai sejak bayi sampai usia empat tahun pertama dalam kehidupannya. Pada masa ini sti mulasi bisa mengembangkan mental-psikososial si anak. Lakukan secara optimal untuk hasil potensi dasar yang mak simal. Semakin dini dan semakin lama stimulasi dilakukan, maka semakin besar pula manfaatnya. Kebutuhan Stimulasi anak sejak dini juga diperlukan untuk merangsang perkembangan otak, baik otak kanan dan juga otak kiri. Sedangkan pemenuhan kebutuhan stimulasi anak yang utama diberikan khusus untuk anak usia 0-7 tahun. Berikut beberapa tahapan kegunaan dari proses stimulasi pada bayi ketika pertama kali dilahirkan:

  1. Pada usia 0-6 bulan, penyesuaian dan persepsi ibu dapat terbentuk melalui proses stimulasi.
  2. Pada usia 0-36 bulan, intelektual dan perilaku mulai terbentuk.
  3. Pada usia 0-48 bulan, kognitif mulai berkembang, yaitu kemampuan untuk menyerap apa yang diajarkan.
  4. Pada usia 0-96 bulan, perlu dirangsang keahlian membaca dan menulisnya.

baca juga :

Pentingnya Kebutuhan Pendidikan Anak

Kebutuhan Fisik Anak

Memenuhi Kebutuhan Stimulasi Anak melalui proses belajar

Adapun cara pemenuhan kebutuhan stimulasi anak adalah dengan proses belajar, pendidikan, dan pelatihan untuk anak. Perhatian dan kasih sayang juga dapat menjadi bagian dari pemenuhan stimulasi anak; harus dibelai, dicium, diajak bermain, bercakapcakap, dan lain-lain. Pada tahap pertama anak akan melakukan peniruan. Itulah perkembangan yang harus dila lui seorang bayi, sebelum masuk pada keterampilan identifi kasi. Meningkatnya tingkat kecerdasan anak tentunya juga berawal dari proses pemenuhan kebutuhan stimulasi anak itu sendiri.. Bentuk stimulasi bagi anak yang banyak dianjurkan oleh para psikolog adalah bermain. Karena bermain merupakan dunia kerja anak. Orang tua harus memanfaatkan media bermain ini untuk meningkatkan kecerdasan yang merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan pada diri seorang anak. Kecerdasan adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk memahami dunianya yang bersifat benda. Sebagai contoh adalah mengetahui ciri dan fungsi benda-benda di sekitarnya. Kecerdasan juga merupakan kemampuan anak untuk memahami sesuatu yang bersifat sosial, contohnya seperti memahami diri sendiri, orang tua atau temannya. Selain itu,juga dibutuhkan kemampuan untuk bisa memahami perubahan di sekitarnya; bagaimana terjadinya hujan, banjir, dan sebagainya Kecerdasan juga mencakup pemahaman anak tentang lingkungan. Untuk dapat memahami lingkungannya diper lu kan konsep-konsep tentang lingkungan. Berilah ke  sem patan anak untuk menjelajah lingkungan seluas mung kin. Usahakan ia mendapatkan pengalaman sensorik dan motorik sebanyak mungkin, namun tetap harus dalam pengawasan orang tuanya. Anak perlu memiliki pemahaman tentang dunianya karena penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya sangat ditentukan oleh kualitas pemahaman itu. Di sanalah peran orang tua sangat diperlukan untuk menstimulasi anak lewat komunikasi yang terbuka, hangat, dan penuh kasih sayang. Demikian artikel tersebut, semoga bermanfaat terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *