Indeks Harga dan Peranannya dalam Ekonomi

eduegbank– Sebelum membahas tentang indeks harga, ada baiknya kita harus mengetahui apa itu angka indeks, macam – macam indeks. Adapun pengertiaan angka indeks dapat dibaca di bawah ini :

Pengertian Angka Indeks

Angka indeks adalah suatu ukuran statistik untuk menyatakan perubahan-perubahan relatif yang terjadi dari waktu ke waktu terhadap nilai suatu variabel atau sekelompok variabel, yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Angka indeks adalah bentuk angka yang bisa pergunakan jika ingin  melakukan komparasi diantara berbagai macam kegiatan yang sejenis/sama  dalam waktu atau periode yang berbeda.   Contoh-nya, kegiatan produksi, ekspor, hasil penjualan, dan jumlah uang yang beredar.

Dengan angka indeks, dapat diketahui maju mundumya suatu usaha atau kegiatan. Oleh karena itu, banyak pihak yang membutuhkan angka indeks untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada dua waktu yang berlainan. Pihak-pihak yang berkepentingan atas angka indeks, antara lain, pemilik perusahaan, pejabat pemerintah, ahli ekonomi, dan penegak hukum.

Macam-Macam Indeks

Dalam bidang ekonomi, dikenal tiga macam angka indeks yang utama yaitu sebagai berikut:

Angka Indeks Harga (Price Relative)

Angka index harga adalah suatu ukuran yang menunjukkan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu.

Index harga yang telah tersusun dari waktu ke waktu dapat dipergunakan untuk menganalisis pola perubahan dari tahun ke tahun, yang meliputi:

  1. perubahan biaya hidup,
  2. nilai ekspor dan impor,
  3. siklus perdagangan,
  4. harga emas murni, dan
  5. kurs valas atau .

Di bawah  ini diberikan contoh suatu tabel mengenai indeks harga konsumen (IHK).

Penimbang IHK, untuk Beberapa Barang dan Jasa (%)

tabel indeks harga

Angka Indeks Kuantita (Quantity Relative)

Angka indeks kuantita yaitu angka indeks yang menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi pada jumlah komoditas yang dihasilkan atau jumlah komoditas yang dikonsumsi dari waktu ke waktu.

Angka Indeks Nilai (Value Relative)

Angka indeks nilai yaitu angka indeks yang mendeskripsikan perubahan nilai uang dari suatu masa ke masa lain, yang didapatkan melalui  perkalian antara harga barang (P) dan kuantitas barang (Q)

Latar Belakang Perkembangan Indeks Harga

Pemenuhan kebutuhan manusia berupa barang dan jasa tidak terlepas dari faktor harga. Ketegangan-ketegangan produsen sebagai penghasil barang dan konsumen sebagai pembeli dan pemakai barang akan muncul sebagai akibat dari ketidakseimbangan fluktuasi harga barang. Ketidakseimbangan ini antara lain berkenaan dengan harga barang produsen yang harus dibeli konsumen tidak seimbang dengan pendapatan konsumen. Hal-hal inilah yang mendorong para ahli statistik dan ekonomi untuk melakukan penemuan-penemuan baru dalam pengembangan teknik pengukuran perubahan harga dan alat perbandingan tingkat harga dari satu periode ke periode lain.

Karakteristik  Harga dan Indeks Harga

Harga merupakan jumlah unit moneter yang dibutuhkan untuk memperoleh jumlah barang tertentu.

Karakteristik harga yakni sebagai berikut :

  1. Suatu kondisi dimana terciptanya Kenaikan dan penurunan suatu harga ditentukan oleh seberapa besar jumlah permintaan dan penawaran barang yang terdapat dalam
  2. Suatu Harga dapat dijadikan patokan dalam menentukan besar kecilnya nilai suatu barang dibandingkan dengan nilai barang lain.
  3. Dengan adanya Harga maka sangat mempengaruhi banyaknya jumlah barang yang tersedia di masyarakat.

Adapun karakteristik  indeks harga adalah sebagai berikut.

  1. Index harga digunakan sebagai alat pengukur perubahan harga.
  2. index harga merupakan ukuran perbandingan dari suatu harga.
  3. Index harga adalah suatu alat untuk mendeskripsikan terjadinya pola perubahan harga pada satu atau lebih jenis barang.

 

baca juga :

Soal materi Ketenagakerjaan

Soal Materi Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi

Kegunaan  Indeks Harga dalam sistem perekonomian

Indeks harga dapat dikatakan sebagai  alat untuk mengukur keadaan perekonomian secara umum. Para pemimpin atau manajer selalu dihadapkan pada data-data yang harus diolah sehingga bisa digunakan sebagai input untuk pengambilan keputusan. Dengan index harga, para pemimpin atau manajer dapat mengelola data-data yang ada, sehingga dapat mengetahui perkembangan usaha atau kegiatan yang dilakukan. Saat ini kebutuhan para pemimpin atau manajer akan index harga berbagai barang sangat besar sekali yang disebabkan oleh persaingan-persaingan yang sangat ketat pada zaman globalisasi ekonomi.

Jika melihat fungsinya maka, Kegunaan  Indeks Harga dalam sistem perekonomian adalah:

Sebagai alat atau pedoman  bagi pemerintah dalam rangka menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berkaitan dengan harga di waktu yang akan datang, supaya produsen dalam menetapkan harga tidak secara sewenang-wenang  yang memungkinkan terciptanya kondisi yang tidak seimbang antara harga barang dan jasa yang harus dibayar konsumen dengan kemampuan membeli konsumen.

Index harga boleh dijadikan  sebagai landasan dasar perbandingan untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi masa sekarang dengan masa-masa sebelumnya,

Index harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemajuan ekonomi dan faktor-faktor yang menghambat kemajuan ekonomi, dan

Index harga dapat dijadikan sebagai pondasi untuk menetapkan pola-pola kebijakan moneter serta kebijakan yang menyangkut ekonomi secara keseluruhan.

Indeks Harga Konsumen

Indeks harga konsumen menggambarkan perubahan-perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen. Secara garis besarnya  index harga konsumen (IHK) merupakan suatu bentuk ukuran statistik pola perubahan harga eceran terhadap barang-barang dan jasa-jasa konsumtif. Perlu diingat bahwa Indeks ini bukan merupakan suatu indeks biaya hidup dalam arti yang sebenarnya karena tidak mengukur perubahan dalam jumlah dan jenis barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen atau jumlah pengeluaran total guna biaya hidup konsumen. Dalam indeks harga konsumen, data-data tentang harga barang dan jasa harus dikumpulkan dari berbagai kota yang benar-benar menggambar-kan keluarga konsumen yang membelanjakan pendapatannya.

Indeks Harga Perdagangan Pasar

Indeks ini mengukur arah gerakan harga pada pasar primer, baik mengenai barang-barang maupun golongan barang-barang tertentu. Harga yang digunakan dalam menyusun indeks ini adalah harga produsen dan bukan harga perdagangan besar. Indeks ini digunakan untuk mengukur perubahan harga selama dua periode dan bukan perubahan oleh kualitas, kuantitas, atau penjualan. Barang-barang yang diukur meliputi barang-barang dari jenis bahan mentah dan barang jadi yang diperjualbelikan di pasar primer.

Jenis barang-barang yang digunakan bagi penyusunan indeks ini diklasifikasikan dalam sektor-sektor tertentu dan pada tiap sektor dapat dibagi dalam subsektor. Sebagai Contohnya yakni sebagai berikut.

Sektor pertanian dengan subsektor bahan makanan, tanaman perdagangan, peternakan, kehutanan, perkayuan, dan perikanan. Sektor pertambangan dan penggalian dengan subsektor batubara, aspal, batu kali, pasir, kerikil, dan garam.

Sektor industri dengan subsektor tekstil, pakaian jadi, barang-barang kulit, makanan, minuman, kertas, barang-barang logam dasar, barang cetakan, karet, plastik, mesin-mesin, semen, kapur, barang-barang dari tanah liat, barang-barang kimia, hasil pengilangan minyak, hasil industri logam dan tembakau. Biro Pusat Statistik (BPS) secara periodik menerbitkan laporan indeks harga perdagangan besar di sektor bahan ekspor, barang impor, dan bahan bangunan.

Indeks Harga yang Dibayar dan Diterima Petani

Indeks harga yang dibayar dan diterima petani merupakan index harga yang dibayar dan dibeli oleh petani baik sebagai bentuk proses produksi maupun biaya hidupnya. Apabila dalam penyusunan indeks harga ini dimasukkan jumlah bunga hipotek, pajak, dan upah buruh yang dibayar petani maka indeks ini disebut indeks paritas.

Perbandingan antara indeks har-ga yang diterima petani dengan in-deks harga yang dibayar oleh petani pada periode tertentu dinamakan nilai tukar (term of trad). Indeks harga yang diterima petani meliputi penda-patan yang diterima petani yaitu 95 persen dari seluruh permintaan dalam bentuk yang hasil penjualan produk pertaniannya.

Dalam hal ini ada dua kategori yang perlu diperhatikan dalam rangka penyusunan index harga yakni indeks pembelanjaan untuk konsumsi rumah tangga dan indeks pembelanjaan untuk produksi. Indeks harga yang dibayar oleh petani dapat digunakan sebagai alat pengukur tingkat  perubahan harga dan dipengaruhi oleh perubahan kualitas barang-barang yang disimpan oleh para pedagang.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

baca juga :

Ringkasan Materi Pendapatan Nasional

Tujuan Manusia Mempelajari Ilmu Ekonomi

Jenis Produk Dalam Bursa Efek

28 thoughts on “Indeks Harga dan Peranannya dalam Ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat