7 Cara Membangun Karakter Siswa

3 min read

cara membangun karakter siswa

education– Tujuan pendidikan tak hanya mengajarkan materi ilmu pengetahuan tetapi juga membangun karakter siswa. Pendidikan karakter adalah suatu pengajaran yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif bagi para siswa. Nilai-nilai tersebut meliputi kesadaran, kemauan, cara berpikir, sikap, dan tindakan. Ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan bagi siswa, khususnya saat di lingkungan sekolah. Tugas seorang guru hakikatnya memberikan pendidikan secara menyeluruh kepada para siswanya, baik pendidikan akademik dan non akademik. Sehingga guru seyogyanya memiliki kesadaran penuh atas apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Anak-anak menghabiskan separuh waktunya di sekolah. Ini berarti apa yang mereka terima di sekolah, baik disadari maupun tidak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter. Oleh sebab itu, semua elemen pendidikan di sekolah termasuk guru dan kurikulum pendidikan harus menerapkan nilai-nilai positif untuk membangun karakter dari siswa.

Memberikan Contoh yang Baik

Saat berada di sekolah, guru adalah orang tua bagi siswanya. Salah satu kunci membangun karakter siswa sedari dini adalah dengan memberikan contoh yang baik. Contoh tersebut antara lain berupa tindakan, perkataan, sikap, hingga pembawaan diri. Guru sebaiknya selalu menunjukkan sikap positif sebagai teladan yang baik.
Salah satu tugas guru sebagai pendidik adalah memberikan contoh-contoh positif kepada setiap muridnya. Karena pengajaran paling mendalam adalah yang ditunjukkan melalui contoh nyata, bukan hanya sekadar teori dan ucapan. Sehingga guru harus menjaga sikap dan perilaku serta menghindarkan diri dari contoh yang tidak baik.
Terlebih lagi jika Anda adalah guru di sekolah tingkat pradasar-dasar seperti PAUD, TK, dan SD. Salah satu karakter utama anak-anak adalah meniru apa yang mereka lihat. Untuk itu, guru harus memberikan contoh positif. Dengan demikian, siswa dapat menanamkan sikap-sikap positif dalam dirinya sejak kecil hingga dewasa.

Menanamkan Kejujuran dan Keterbukaan

Kecerdasan anak tak hanya dinilai dari sisi akademik saja, namun juga dari segi karakter. Salah satu karakter yang harus ditanamkan sejak dini yaitu sikap jujur dan terbuka. Kejujuran merupakan hal yang sangat penting dalam semua aspek kehidupan. Namun perlu diperhatikan penenanaman sikap jujur harus dilandasi sukarela.
Untuk membangun karakter siswa yang jujur, guru dapat melakukan pendekatan secara personal tanpa mendikte siswa. Sebaliknya, sikap ini harus ditanamkan dengan cara yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa dipaksa. Pemaksaan pada siswa cenderung mengakibatkan mereka tidak nyaman dan merasa takut.
Sikap terbuka juga perlu ditunjukkan untuk mendorong siswa agar selalu jujur. Namun, jika ada siswa yang jujur mengenai perilaku buruknya, sebaiknya guru tidak langsung memarahi melainkan memberi pengertian agar siswa paham atas apa yang ia perbuat. Guru harus menghargai upaya kejujuran dan keterbukaan siswa.

Memberikan Apresiasi pada Siswa

Cara sederhana namun efektif untuk membangun karakter siswa adalah dengan memberikan apresiasi atau prestasinya. Apresiasi adalah suatu bentuk pengakuan prestasi yang dibutuhkan anak-anak. Sekecil apapun prestasinya, usahakan agar Anda memberikan apresiasi agar siswa merasa diperhatikan dan dihargai.
Sikap apresiatif yang ditunjukkan guru dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Sehingga ia akan semakin termotivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Prestasi tak selalu berupa nilai bagus tetapi juga hal positif lainnya, seperti bersikap baik serta sopan, menjaga kebersihan, menyelesaikan tugas sekolah, dan sebagainya.
Siswa yang menerima apresiasi akan belajar bagaimana cara menghargai usaha orang lain. Siswa juga akan terlatih untuk memberikan apresiasi kepada orang lain sehingga dapat menciptakan lingkungan yang positif. Bentuk apresiasi sederhana, seperti memberi pujian hingga hadiah yang wajar dapat membangun karakter siswa jadi lebih baik.

Mau Mengakui Kesalahan

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, begitu juga dengan guru. Guru pun tak luput dari kesalahan meskipun sekecil apapun. Hanya saja, dari kesalahan tersebut guru dapat menunjukkan sikap positif dengan cara mengakui dan memperbaikinya. Jika Anda melakukan kesalahan di depan siswa, jangan malu untuk mengakuinya.
Mengakui kesalahan menunjukkan bahwa Anda mampu bersikap dewasa dan ksatria. Sampaikan maaf dan tunjukkan rasa penyesalan dengan tulus. Sikap seperti ini dapat mengajarkan kepada siswa bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang manusiawi. Ajarkan siswa untuk mengakuinya dan meminta maaf atas kesalahan tersebut dengan tulus.
Kemudian beri pengertian bahwa dibalik setiap kesalahan terdapat pelajaran yang dapat diambil. Dengan begitu siswa dapat belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. Mengakui kesalahan artinya berani jujur serta mau bertanggung jawab. Sikap ini akan membangun karakter siswa saat hidup bermasyarakat di masa depan.

Melatih Jiwa Kepemimpinan

Salah satu karakter yang tak kalah penting dalam kehidupan adalah memiliki jiwa pemimpin. Karakter ini sebaiknya ditanamkan sejak usia dini agar ketika dewasa jiwa kepemimpinan pada anak lebih mudah dibentuk. Dengan pemberian materi sistem Management (manajemen) untuk siswa sekolah, bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. seperti materi Planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pengarahan) dan controlling (pengawasan).
Misalnya Anda membentuk kelompok-kelompok dalam mengerjakan tugas atau berdiskusi. Kemudian tawarkan atau tunjuk satu siswa sebagai ketua kelompok. Kemudian Anda dapat mengarahkan ketua kelompok untuk membagi tugas kepada anggotanya. Dari sini, Anda dapat membangun karakter siswa jadi lebih berani dan bertanggung jawab.
Hal yang bisa diperoleh dari latihan kepemimpinan di antaranya sikap tanggung jawab, keberanian, kemampuan organisasi, dan pengendalian diri. Di samping itu, siswa juga akan merasa lebih percaya diri saat bergaul dengan banyak orang. Dalam skala yang lebih luas, siswa dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinannya melalui berbagai organisasi.

Mendorong Siswa untuk Bertanya

Kecerdasan seorang siswa tidak hanya dinilai dari kemampuannya dalam menjawab pertanyaan. Siswa yang cerdas dan berkarakter juga dapat mengajukan pertanyaan seputar materi pelajaran atau yang lain. Kemampuan siswa dalam bertanya menunjukkan bahwa ia dapat berpikir kritis sehingga ingin menemukan jawaban.
Karakter kritis sangat diperlukan untuk melatih siswa dalam berpikir dan memecahkan masalah. Saat memberikan materi pelajaran di kelas, ajak siswa agar mau bertanya tentang apa saja, tidak harus terpaku pada materi yang disampaikan. Jika siswa enggan bertanya, berikan pancingan berupa pertanyaan agar mereka berpikir kritis.
Membangun karakter siswa dengan mendorong untuk bertanya akan membantu siswa dalam mengidentifikasi suatu permasalahan dan cara penyelesaiannya. Dengan begitu, di masa depan siswa Anda akan menjadi individu yang mampu berpikir kreatif, inovatif, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

Menyampaikan Nilai-Nilai Moral

Nilai-nilai kesopanan dan kesantunan sangat penting ditanamkan sejak dini. Ini agar siswa mampu menunjukkan sikap yang tepat saat berinteraksi dengan orang lain. Anda dapat menyisipkan nilai-nilai moral di tengah materi pelajaran atau di luar kelas. Nilai moral dapat membangun karakter siswa menjadi individu lebih baik.
Cara penyampaian nilai moral dan kehidupan tidak harus secara formal dengan memberikan wejangan yang kaku. Menyelipkan pesan dengan cara yang santai juga efektif dan lebih mudah diterima oleh siswa. Harapannya di masa depan siswa dapat menjadi warga negara yang berkarakter positif tanpa meninggalkan norma dan nilai.
Kualitas suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh karakter masyarakatnya. Untuk itu, pendidikan karakter sejak usia dini menjadi hal yang tak boleh diremehkan. Guru memiliki peranan penting dalam membangun karakter siswa melalui sikap positif dengan cara sederhana yang ditunjukkan di sekolah.

Silahkan baca juga :

2 Replies to “7 Cara Membangun Karakter Siswa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *