Bank Indonesia : Fungsi Dan Peranannya

4 min read

Bank Indonesia- Setelah Indonesia mulai bangkit dari masa krisis, banyak sekali bank-bank bermunculan. Di artikel ini akan dibahas peran dari bank umum dan bank sentral. Adakah perbedaannya? Untuk menjawab hal itu, sebaiknya kamu mengikuti hal berikut ini.

Pengertian Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan menurut Dahlan Siamat adalah suatu badan usaha, yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan atau tagihan-tagihan, misalnya saham, pengundingan aset riil, misalnya: gedung, peralatan, dan bahan baku.

Aktivitas yang dilakukan lembaga keuangan dalam sistem perekonomian jelas bahwa bank merupakan bagian dari lembaga keuangan. Untuk lebih jelasnya kedudukan bank dalam lembaga keuangan dapat dilihat di bawah ini:

Bank Indonesia: fungsi dan perannya

Pengertian Bank

Pengertian bank yang banyak dikemukakan oleh para ahli di bidangnya, pada hampir sama. Pada hakekatnya pengertian bank tersebut mengandung 2 hal pokok yakni:

Sebagai perantara keuangan, bank melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam berbagai bentuk simpanan.

Sebagai penghimpun dana, bank membayar bunga kepada masyarakat atau nasabah penyimpan, selanjutnya bank mengalirkan dana tersebut dalam bentuk kredit kepada masyarakat.

Pembagian Bank

Klasifikasi Bank dapat diuraikan sebagai berikut.

Menurut jenisnya

Mengacu pada pasal 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992, menurut jenisnya bank terdiri atas:

  1. Bank umum dalam kegiatannnya dengan memberikan jasa dalam sistem opersional berdasarkan prinsip syariah.
  2. Bentuk badan hukum dari bank umum menurut pasal 21 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 dapat berupa salah satu dari: – Perseroan Terbatas, – Koperasi, – Perusahaan Daerah.
  3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang menerima simpanan dari masyarakat hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, atau bentuk lainnya dan memberikan pinjaman kepada masyarakat. Bentuk Badan hukum menurut pasal 21 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Bentuk usaha BPR dapat berupa salah satu dari: Koperasi, Perusahaan Daerah (PD), Perseroan Terbatas, maupun Bentuk lain yang telah ditentukan oleh Peraturan Pemerintah.

 

Menurut fungsinya

Menurut fungsinya bank dapat dibedakan menjadi :

  1. Bank Sentral, yaitu bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1968 yang telah diperbaharui dengan UU Nomor 23 Tahun 1999.
  2. Bank Umum, yaitu bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan bentuk usahanya memberikan kredit jangka pendek. Contoh: Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Danamon dan sebagainya.
  3. Bank Pembangunan, merupakan bank yang menerima simpanan deposito dan atau dalam bentuk kertas berharga jangka panjang maupun jangka menengah. Tentunya kegiatannya utamanya yakni memberikan kredit untuk jangka menengah maupun jangka panjang untuk kegiatan pembangunan. Seperti : (Bank Pembangunan Daerah) dan Bapindo
  4. Bank Tabungan, merupakan bank yang menerima simpanan dalam bentuk suatu tabungan dalam rangka mengumpulkan dananya. Nasabah yang menyimpan dananya akan diberi bunga dalan bentuk surat atau kertas berharga. Seperti : BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

Menurut Kepemilikannya

Dari sudut kepemilikannya, bank dapat dibedakan menjadi :

  1. Bank Pemerintah/Bank Negara Bank pemerintah yaitu bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Seperti : BNI 1946, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri
  2. Bank Swasta Nasional Bank swasta nasional yaitu bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh pihak swasta. Contoh: Bank Bali, Bank BCA, Lippobank, Paninbank. Berdasarkan kemampuannya melakukan transaksi internasional dan transaksi valuta asing (valas), Bank Swasta Nasional ini dibedakan lagi menjadi 2 yaitu:
  3. Bank devisa, yaitu bank yang dapat mengadakan transaksi inernasional seperti ekspor-impor, jual beli valuta asing, dan lain-lain. Contoh: Bank Bali, BCA, Bank Duta, Bank Niaga.
  4. Bank non devisa, yaitu bank yang tidak dapat mengadakan transaksi internasional. Contoh: Bank Nusantara, Bank Arta Graha, Bank Jasa Arta, dan lain-lain.
  5. Bank Asing Bank asing yaitu bank yang keseluruhan sahamnya dimiliki oleh pihak asing. Untuk jenis ini mereka hanya membuka cabangnya di Indonesia, kantor pusatnya di luar negeri. Contoh: Citybank, Standar Chatered, Chae Manhattan dan lain-lain.
  6. Bank Campuran Bank campuran yaitu bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan sebagian lagi dimiliki oleh pihak swasta nasional. Contoh: Fuji Internasional Bank.

Bank Indonesia

Pengertian Bank Indonesia

Bank Indonesia yang disebut sebagai Bank Sentral merupakn suatu lembaga negara yang berwenang untuk menciptakan/mengeluarkan alat pembayaran yang resmi/sah dari suatu negara, melakukan sistem strategis manajemen (Strategic Management)  kebijakan moneter, mengatur, menjaga dan mengawasi kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai lender of the resort

Fungsi dan Tujuan Bank Indonesia

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Misalnya mengantisipasi atau mengurangi laju inflasi, menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing atau kurs mata uang.

Oleh karena itu Untuk mencapai tujuan di atas, maka Bank Indonesia memiliki tugas utama dan fungsi yakni:

A. Bank Indonesia menetapkan dan menjalankan kebijakan moneter, yakni :

  1. Kebijakan diskonto (bunga) merupakan kebijakan moneter dalam bentuk menaikkan dan menurunkan tingka suku bunga bank. Menaikkan dan menurunkan suku bunga bank untuk mengatur banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jika terjadi inflasi maka BI menaikkan suku bunga bank. Apabila terjadi deflasi maka BI menurunkan suku bunga bank. Menaikkan suku bunga bank supaya jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin berkurang. Begitu juga sebaliknya suku bunga bank diturunkankan untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.
  2. Kebijakan Pasar Terbuka (open market). Kebijakan ini berupa jual beli surat-surat berharga seperti obligasi dan SBI. Penjualan surat berharga dilakukan pemerintah (BI) maka peredaran uang cenderung berkurang (biasanya digunakan untuk menekan inflasi), dan sebaliknya jika pemerintah (BI) membeli surat berharga maka, cenderung uang beredar bertambah (biasanya untuk menekan deflasi)
  3. Kebijakan Cadangan Kas (cash ratio). Kebijakan ini dilakukan oleh bank Indonesia dengan menetapkan jumlah Cadangan Kas bank umum.  Dengan adanya Kebijakan ini maka banyaknya jumlah uang yang beredar dapat diolah sesuai keadaan jika terjadi Inflasi dan Deflasi. Jika terjadi inflasi maka BI menaikan cadangan kas minimum (cash ratio). Jika terjadi Deflasi maka  BI menurunkan cadangan kas minimum (cash ratio).
  4. Kebijakan kredit. Pemberian kredit kepada masyarakat dapat digunakan untuk mempengaruhi peredaran uang, jika perlu mengurangi peredaran uang, maka pemeberian kredit kepada masyarakat diperketat (misalnya hanya untuk kredit produktif).

B. Bank Indonesia sebagi pengatur dan pengawas kelancaran sistem moneter. Seperti melaksanakan dan memberikan izin atas penyelenggaraan sistem pembayaran.

mewajibkan penyelenggara sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya;

  1. menetapkan penggunaan alat pembayaran;
  2. mengatur sistem kliring (transaksi antarbank) dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing;
  3. menetapkan macam, harga, dan ciri uang yang akan dikeluarkan; bahan yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah.
  4. Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik, dan memusnahkan uang kartal dari peredaran. Bank Indonesia memiliki hak tunggal dalam rangka mencetak sejumlah uang serta mengedarkan uang kartal.

 

C. Bank Indonesia mengatur dan mengawasi bank lain. Oleh karena itu Bank Indonesia biasa juga disebut banker’s of bank atau Banknya semua bank.

Dalam tugasnya sebagai banker’s of bank, Bank Indonesia bertugas sebagai:

  1. Sebagai pemberi dan pencabut izin usaha semua bank,
  2. pemberi izin atas pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor bank,
  3. pemberi persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank,
  4. melakukan pengawasan dan pemeriksaan langsung maupun tidak langsung, secara berkala maupun mendadak terhadap perusahaan induk, perusahaan cabang, dan pihak terkait dari bank umum,
  5. mengatur dan mengembangkan sistem informasi antar bank,
  6. mengawasi kegiatan bank umum dan lembaga keuangan lainnya.

Tugas lain Bank Indonesia

Sistem pelaksanaan pembayaran, mencakup sekumpulan kesepakatan, aturan, standar, dan prosedur yang digunakan dalam pembinaan peredaran uang antarpihak dalam melakukan kegiatan ekonomi dan keuangan dengan menggunakan instrumen pembayaran yang sah. Sistem pembayaran berlangsung baik secara tunai maupun nontunai. Seperti Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ), Penetapan Jadwal Kliring T + O, Bank Indonesia Layanan Informasi, Transaksi antarbank secara Elektronis (BI-LINE), Sistem Real Time Gross Settlement (RTGS), dan Sistem Transfer Dana dalam US dolar.

baca juga :

Bank Umum : Pengertian, Fungsi Dan Kegiatannya

4 Replies to “Bank Indonesia : Fungsi Dan Peranannya”

  1. Sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *